Work time: Monday - Saturday: 08AM-04PM
Call Us Now 0878999990
My Cart
Rp0
My Cart
Rp0
Blog
daigaku imo ubi universitas khas jepang

Daigaku Imo: Ubi Goreng Mahasiswa Jepang yang Legendaris

Daigaku Imo: Ubi Goreng Legendaris yang Jadi Penyelamat Mahasiswa Jepang

Siapa sangka, sebuah jajanan pinggir jalan bisa punya nama sekeren “ubi goreng universitas”? Kalau kamu pernah mendengar nama Daigaku Imo, mungkin kamu akan bertanya-tanya, apa hubungannya camilan manis ini dengan dunia pendidikan? Ternyata, di balik rasanya yang legit, ada kisah legendaris yang membuatnya jadi primadona di kalangan mahasiswa Jepang.

Aku pribadi pertama kali mengenal Daigaku Imo saat jalan-jalan di Jepang. Penjualnya di pinggir jalan ramai banget. Aku penasaran, apa sih spesialnya? Setelah mencoba, aku langsung paham. Potongan ubi jalar yang digoreng garing, dilapisi sirup karamel kental yang mengilap, lalu ditaburi wijen hitam yang renyah. Rasanya unik banget. Ada rasa manis, gurih, dan tekstur yang pas.

Tapi, yang membuatku lebih tertarik adalah ceritanya. Namanya yang berarti “kentang universitas” (meski sebenarnya pakai ubi), ternyata menyimpan kisah inspiratif tentang perjuangan para pelajar di awal abad ke-20.


Kenapa Daigaku Imo Jadi Favorit Mahasiswa?

Sekitar awal tahun 1900-an di Tokyo ubi jalar adalah makanan pokok yang sangat terjangkau. Bagi mahasiswa, yang hidupnya serba pas-pasan, ubi jalar adalah penyelamat. Murah, mengenyangkan, dan bisa jadi berbagai macam hidangan.

Nah, Daigaku Imo muncul dari ide brilian para penjual di sekitar kampus. Mereka mengolah ubi jalar yang sederhana menjadi camilan lezat yang bisa memberikan energi instan. Dengan modal minim, para mahasiswa bisa mendapatkan camilan yang mengenyangkan, manis.

Ada dua versi cerita yang populer. Pertama, makanan ini jadi populer karena dijual ramai di sekitar kampus, terutama di dekat Universitas Tokyo. Para mahasiswa sering mampir untuk membeli camilan ini setelah kuliah, menjadikannya bagian dari rutinitas mereka.

Versi kedua lebih personal. Konon, ada seorang mahasiswa yang berinisiatif membuat dan menjual camilan ini untuk membiayai kuliahnya. Ubi jalar yang diolah dengan sirup manis dan wijen itu laku keras, dan akhirnya camilan buatannya dikenal dengan nama Daigaku Imo—sebagai bentuk penghargaan pada mahasiswa tersebut.

Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa Daigaku Imo bukan sekadar makanan, tapi juga simbol dari semangat, kreativitas, dan kerja keras.


Lebih dari Sekadar Camilan Manis

Meskipun rasanya manis, Daigaku Imo sebenarnya cukup bernutrisi. Bahan utamanya, ubi jalar, punya banyak manfaat yang mungkin belum kamu sadari.

Ubi jalar kaya akan serat, yang sangat baik untuk pencernaan. Selain itu, ubi juga sumber beta-karoten yang baik untuk kesehatan mata dan kulit. Kandungan antioksidan di dalamnya juga bisa membantu melawan radikal bebas.

Jadi, dibanding camilan kemasan yang penuh bahan pengawet, Daigaku Imo bisa jadi pilihan yang lebih sehat. Apalagi jika kamu membuatnya sendiri di rumah, kamu bisa mengontrol seberapa banyak gula yang digunakan.


Cara Gampang Bikin Daigaku Imo Sendiri

Tertarik mencoba Daigaku Imo yang legendaris ini? Gampang banget, kok. Dengan bahan-bahan sederhana, kamu bisa membuat camilan lezat ini di dapurmu sendiri.

Bahan-bahan:

  • 500 gram ubi jalar (pilih ubi jalar Jepang yang rasanya manis, tapi ubi jalar lokal juga bisa)
  • Minyak goreng secukupnya
  • 3 sendok makan gula pasir
  • 2 sendok makan kecap asin
  • 1 sendok makan mirin (atau pakai cuka beras)
  • 1 sendok makan air
  • 1 sendok teh wijen hitam

Langkah-langkah:

  1. Siapkan Ubi: Cuci bersih ubi jalar, lalu potong-potong seukuran sekali gigit. Rendam dalam air dingin selama 15 menit. Tiriskan ubi dan keringkan dengan tisu dapur.
  2. Goreng Ubi: Panaskan minyak dalam wajan. Goreng ubi dengan api sedang hingga matang, renyah di luar, dan lembut di dalam. Angkat dan tiriskan.
  3. Buat Saus Karamel: Campurkan gula, kecap asin, mirin (jika pakai), dan air dalam wajan bersih. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk hingga mengental. Awas jangan sampai gosong!
  4. Campurkan: Setelah saus mengental, segera masukkan ubi yang sudah digoreng. Aduk cepat hingga semua ubi terlumuri saus karamel. Angkat dari api.
  5. Sajikan: Pindahkan Daigaku Imo ke piring saji, lalu taburi wijen hitam di atasnya.

Mengapa Camilan Sederhana Ini Abadi?

Di zaman serba modern ini, di mana banyak camilan baru bermunculan, Daigaku Imo tetap punya tempat di hati masyarakat Jepang. Kenapa? Karena Daigaku Imo sudah menjadi tradisi, dan cerita dari generasi ke generasi.

Check Katalog Produk Kami:

Seperti para mahasiswa Jepang dulu, mungkin kita juga butuh camilan sederhana yang bisa memberikan energi dan semangat. Siapa tahu, dengan mencoba membuat Daigaku Imo sendiri, kita bisa merasakan energi positif dari camilan legendaris ini!

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
Click outside to hide the comparison bar
Compare